CEGAH DAN ATASI BAHAYA LEMAK DENGAN TOSLIMING.
===
sumber: suaramerdeka.com
===
MANA yang lebih penting, makanan lezat atau sehat. Yang terakhir jelas lebih penting. Tapi anehnya sebagian masyarakat lebih memilih yang pertama. Padahal acapkali kelezatan yang ada justru membawa penyakit. Tak percaya?
“Bandingkan saja rasa kuah bakso yang dicampur dengan jerohan dengan yang tidak,” kata dokter praktik RSUP Dr Kariadi Dokter Muhamad Sungkar SpPD SpJP saat ditemui di sela-sela seminar jantung di RSUP itu baru-baru ini.
Kuah yang bercampur dengan jerohan sudah barang tentu lebih lezat. Akan tetapi bisa dipastikan makanan itu juga lebih tidak menyehatkan.
“Dikatakan tidak menyehatkan karena kandungan lemaknya tinggi,” imbuhnya. Tingginya kandungan lemak, ditambahkan, dapat dilihat dari gumpalan berwarna putih yang mengapung di saat kuah bakso sudah dingin. Gumpalan tersebut tak lain adalah lemak. Kandungan lemak yang tinggi bisa menghambat peredaran darah. “Untuk penderita penyakit jantung hal itu sangat berbahaya,” tegasnya.
Selain bakso, dia juga menganjurkan untuk menghindari mengonsumsi makanan yang digoreng dengan minyak bekas. Bekas yang dimaksud di sini adalah minyak yang sudah berulangkali digunakan untuk menggoreng. “Orang sering menyebutnya jelantah,” imbuh Sungkar. Memang orang seringkali berusaha menghilangkan lemak yang ada di gorengan dengan kertas atau tisu. Hal itu hanya mengurangi sedikit kandungan lemak yang ada di permukaan makanan. “Lemak dari minyak yang ada di dalam makanan tetap tak banyak berkurang,” imbuhnya.
Semakin sering digunakan kandungan lemak yang ada akan semakin jenuh. Untuk itu dia menganjurkan para penderita jantung agar menghindari makanan yang diolah dengan cara digoreng. “Akan lebih sehat mengonsumsi makanan yang dibakar atau direbus,” imbuhnya. Memang untuk bisa hidup sehat, lemak tetap diperlukan sebagai energi. Akan tetapi keberadaannya secara berlebihan di tubuh juga akan mengganggu. (Roosalina-41)